4 Jan 2014

Murahan,,,!! Ternyata Dari Sinilah Awal mulanya PACARAN

Cinta itu tidak buta karena tidak bermata dan tidak tuli karena tidak bertelinga. Cinta itu pasif........dan akan aktif tergantung cara manusia mengaktifkannya. Jika cinta hinggap di mata manusia yang jauh dari nilai islam, akan merubah mata itu menjadi mata keranjang. Jika cinta hinggap di hati manusia yang bersahabat dengan syetan, maka cinta akan menjelma menjadi birahi.


Karenanya tak sedikit manusia yang menjadi BUDAK NAFSU dan menjadi KORBAN CINTA. Cinta yang hinggap pada manusia durjana akan merubah cinta menjadi perantara zina. Akibatnya segala yang dilakukan atas nama cinta menjadi bentuk zina yang terang terangan.


Akibat cinta zina ini maka menjamurlah perilaku syetan yang jadi kebanggaan. Percampuran dan berdua duaan menjadi hal yang lumrah. Media cetak dan elektronik berlomba memanas manasi agar manusia lebih mencintai NAFSU ketimbang AKAL SEHAT.


Dipampanglah dada dan paha wanita agar semua orang tahu bahwa disanalah adanya cinta. Yang lebih mengerikan, muncul budaya pacaran yang asalnya untuk saling mengenal, maka kini berubah menjadi upaya saling melampiaskan nafsu hewan. Jadilah manusia itu binatang, bahkan lebih sesat dari binatang. Kondisi ini nampaknya telah membudaya. Muda mudi hilir mudik setiap malam minggu hanya untuk melampiaskan NAFSU HEWANnya. (menyusul = membongkar kedok oknum muslim/muslimah dibalik perilaku pacaran)


Kata Pacar sendiri ternyata berasal dari nama sejenis tanaman hias yang CEPAT LAYU dan MUDAH DISEMAI kembali. Tanaman ini tidak bernilai ekonomis (tidak ada harganya) sehingga tidak diperjualbelikan. Hal ini sebagai simbol bahwa pacaran adalah sebuah perilaku yang MURAHAN. Jika sudah puas dengan pacarnya, maka dia dipastikan akan mudah mencari atau beralih kepada pacar barunya, ini adalah sebuah ketetapan yang sangat susah dicari alasan penolakannya.


Praktek pacaran saat ini merupakan pembenaran pada perilaku seksual.Terbukti fenomena kehamilan remaja dan praktek aborsi jumlahnya sudah diambang toleransi. Berbagai riset baik diluar maupun di dalam negeri telah menunjukkan betapa eratnya hubungan remaja dengan seks bebas. Ramonasari (1996:304) mengungkapkan bahwa hampir 80 % remaja melakukan seks bebas dengan pacarnya dalam jangka waktu pacaran kurang dari 1 tahun.


Dalam berpacaran, syetan bisa berasal dari sang laki laki atau pun perempuan. Pada laki laki syetan meniupkan godaan dengan cara menggombal. Sementara wanita menggoda dengan auratnya atau dengan pakaian menantang, ketat ataupun tembus pandang yang dikenakannya. Jadilah keduanya MANUSIA BERMENTAL IBLIS yang saling menggoda dan tebar pesona kemanapun langkahnya. 


Kita, bahkan adik adik kita pun akan merasa tidak aman dengan keadaan demikian bahkan serasa tidak berdaya untuk menggempur lajunya. Keadaan negara dengan hukum yang seenaknya dibuat lalu seenaknya dilanggar membuat bencana ini makin menggila. Satu satunya jalan adalah menerapkan hukum sempurna yang tak satupun orang berani melanggarnya kecuali dia akan di kepung oleh para pengawal hukum tersebut yang notabene sekarang justru dibelenggu oleh orang orang yang Naudzubillah dalam Al Quran disifatkan dengan ORANG MUNAFIK. 


"Jika dikatakan kepada mereka, “Marilah kalian (tunduk) pada hukum yang telah Allah turunkan dan pada hukum Rasul,” niscaya kamu lihat orang-orang munafiklah yang menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya......." (QS an-Nisa : 61-63)


Jika sudah jelas seperti itu, bagaimana nasib para pemimpin negeri ini? anggota dewan negeri ini?, atau mungkin ada dari pembaca situslakalaka yang menemukan rujukan yang lebih sempurna dari sinyal Allah diatas ? Wahai para praktisi muslim, cendekiawan muslim, buktikan kalau kalian bukan cuma berakal. Indonesia pun masih ada di bumi Allah sebagaimana negara negara yang lain. Tidak takutkah kalian, tidak malu kah kalian? Jika kalian merasa keberatan dengan hukum itu, CARILAH BUMI LAIN SELAIN BUMI ALLAH !!!!!!!

1 Jan 2014

TAHUN BARU = TAHUN PEMBARUAN IMAN

Kita sedang berada di penghujung tahun 2013 M. dan segera memasuki tahun baru 2014 M. Bagaimana seharusnya seorang muslim atau keluarga muslim secara khusus dan umat Islam secara umum menyikapi fenomena pergantian tahun seperti ini? Berikut beberapa catatan yang perlu diingat dan diperhatikan:

Pertama: Mari memanfaatkan fenomena pergantian waktu : siang-malam, hari, pekan, bulan, tahun dan seterusnya, yang merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, untuk melakukan hal-hal yang semakin mendekatkan diri kita kepada Allah, seperti dengan banyak ber-tafakkur dan berdzikir mengingat muraqabatullah (pengawasan Allah) terhadap segala prilaku kita dalam hidup ini. Dan bukan justru untuk merayakannya dengan cara-cara yang berlebih-lebihan, penuh kesia-siaan, apalagi penuh dengan aksi “demonstrasi” dosa dan kemaksiatan, yang semakin membuat kita lupa, lalai dan menjauh dari Allah Dzat Pemilik waktu dan Pengatur pergantiannya.
“ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran/kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal “ (QS. Ali Imran [3] : 190).
Dan seluruh bentuk hura-hura penyambutan tahun baru masehi, disamping adalah sikap meniru-niru kebiasaan buruk dan budaya negatif kaum serta umat lain, yang terlarang di dalam ajaran Islam, karena akan menghapus identitas keislaman ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, atau setidaknya memburamkannya.
“Barangsiapa yang meniru-niru/menyerupai suatu kaum (dalam hal-hal yang tak dibenarkan dan atau yang merupakan identitas khas mereka), maka berarti ia telah menjadi bagian dari kaum itu” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Disamping itu juga minimal merupakan tindakan sia-sia yang tidak penting dan tidak bermanfaat, yang menjadi indikasi rendahnya level keislaman ummat muslim yang melakukannya.
“Diantara tanda/bukti baiknya tingkat keberisalaman seseorang, adalah dengan meninggalkan hal-hal yang tidak penting baginya” (HR. At-Tirmidzi dan lain-lain).

Kedua: Setiap orang Islam, dalam segala kondisi, situasi dan waktu, wajib senantiasa dengan bangga mempertahankan identitas keimanannya dan menunjukkan jati diri keislamannya. Oleh karenanya, hendaklah setiap keluarga muslim waspada dengan menjaga anggotanya agar tidak terbawa arus budaya jahiliyah dalam merayakan momen pergantian tahun masehi dan menyambut tahun baru seperti sekarang ini. Karena itu semua hanya akan menggerus akidah, melunturkan keimanan dan mengikis identitas keislaman.
“Dan jika mereka berpaling (enggan menyambut ajakan dakwah tauhid kita), maka katakanlah (dengan bangga) kepada mereka : "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Islam (yang berserah diri kepada Allah)". (QS. Ali Imraan : 64)
“ Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata (dengan bangga): "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Islam (yang berserah diri)?" (QS. Fushshilat : 33)

Ketiga: Berdasarkan sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, tidak ada contoh aktivitas atau praktik amalan tertentu dalam menyambut pergantian tahun, baik tahun hijriyah apalagi tahun miladiyah (masehi). Namun tidak ada salahnya, jika momentum ini digunakan untuk hal-hal bermanfaat yang tidak bersifat ritual khusus, seperti untuk dijadikan sebagai terminal pengambilan ibrah dan pelajaran darinya, disamping dimanfaatksn untuk ber-muhasabah dan berinstropeksi diri. Karena setiap muslim harus selalu melakukan muhasabah diri, disamping setiap saat, juga yang bersifat harian, pekanan, bulanan, tahunan dan seterusnya. Sayyidina Umar bin Al Khatthab radhiyallahu ’anhu berkata:
”Hisablah (evaluasilah) dirimu sebelum kamu dihisab nantinya, dan timbanglah amalmu sebelum ia kelak ditimbang untukmu dan bersiap-siaplah untuk hari menghadap yang paling besar (hari menghadap Allah)”, Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah) “. (QS Al-Haaqqah : 18).

Keempat: Pergantian tahun juga bisa dijadikan momen penting merenungkan apa-apa yang telah berlalu dalam hidup kita selama setahun ini. Tunjuannya minimal tiga: disatu sisi untuk kita syukuri, disisi lain untuk kita istighfari, dan disisi yang lainnya lagi untuk kita ambil ibrah dan pelajaran darinya bagi masa depan kita yang lebih baik. 
Ya, terhadap segala hal baik, positif dan konstruktif, serta beragam kenikmatan tak terhingga yang telah kita terima dan reguk dalam hidup selama setahun berlalu ini, semua itu wajib kita sykuri. Disertai harapan semoga Allah Ta’ala mempertahankannya dan bahkan menambah serta meningkatkannya bagi kita. 
Sedangkan untuk segala hal buruk, negatif, destruktif, dosa dan kemaksiatan yang juga tak terhitung dalam kurun usia setahun yang lalu ini, maka kita wajib bertobat darinya dengan taubatan nashuha dan beristighfar atasnya dengan istighfar yang sejujur-jujurnya dan setulus-tulusnya. Disertai harapan semoga Allah Ta’ala menutup tahun ini bagi kita semua dengan penerimaan yang baik terhadap tobat dan istighfar kita, serta membuka lembaran tahun baru dengan taufiq perubahan dan perbaikan diri. Aamiin!
Adapun terhadap semua kondisi yang kita terima, hadapi dan alami, selama setahun berlalu ini, dan juga sebelumnya, yang merupakan dinamika hidup berupa: sukses dan gagal, untung dan rugi, sehat dan sakit, naik dan turun, diatas dan dibawah, bangun dan jatuh, dan seterusnya, maka mari kita bijak dan tepat dalam mengambil ibrah dan pelajaran sebanyak-banyaknya dari semuanya, untuk kepentingan dan kemaslahatan hidup kita di masa mendatang yang lebih baik, lebih positif, lebih konstruktif dan lebih gemilang!

Kelima: Khusus untuk kaum muslimin yang sengaja melangkahkan kakinya keluar rumah tepat di malam tahun baru ini, baik yang berada di jalan-jalan raya atau di tempat manapun lainnya, dengan niat dan tujuan untuk turut berhura-hura secara sia-sia, berpersta pora secara tanpa makna, bahkan juga untuk berbuat maksiat dan dosa yang membawa petaka dan nestapa. Ya, untuk semua saudaraku yang bersusah payah begadang dan sengaja ingin melibatkan diri menjadi bagian dari “saksi-saksi palsu” atas pergantian tahun, silakan merenung dan bertanya pada diri sendiri: Untuk apa semua ini aku lakukan? Itukah cara tepat untuk mengekspresikan rasa syukurku atas segala nikmat yang telah kuterima, dan yang akan mendekatkan diriku kepada Allah Sang Penganugerah-nya? Begitukah model dan gayaku dalam menunjukkan tobat dan istighfarku atas segala dosa selama setahun lalu, yang dengannya aku berharap Tuhan-ku akan menerima tobatku dan mengampuniku? Ya, silakan masing-masing merenung dan bertanya kepada diri sendiri!
Adapun bagi para keluarga muslim yang tengah menghabiskan waktu akhir tahun dengan berlibur bersama keluarga, maka insya-allah itu positif-positif saja. Tentu dengan syarat harus diisi dengan segala hal dan aktivitas yang serba positif, konstruktif, baik dan bermanfaat, minimal yang mubah-mubah asalkan tidak sampai berlebihan! 
Keenam: Dengan berakhirnya tahun 2013 dan hadirnya tahun baru 2014, berarti telah bertambah satu tahun lagi dalam usia masing-masing kita. Dan sebagai kaum beriman, itu harus kita pahami dan sikapi sebagai bertambah banyaknya nikmat umur dalam hidup yang akan kita pertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah di akherat. 
“ Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba dari pengadilan Allah dihari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya, dihabiskan untuk apa, tentang ilmu pengetahuannya, apa yang telah diamalkan darinya, tentang hartanya dari mana didapat dan untuk apa dibelanjakan, serta tentang raganya, untuk apa digunakan “ (HR. At-Tirmidzi).
Disisi lain bertambahnya umur juga berarti berkurangnya waktu dan kesempatan kita untuk beramal dan berkarya di dunia ini, sebagai investasi dan bekal bagi kehidupan akherat nanti. Dan juga berarti waktu kita menjemput kematian yang pasti datang dan kembali ke haribaan Allah, telah semakin pendek dan dekat. Dan perenungan serta muhasabahnya disini adalah: Sudahkan kita benar-benar siap untuk menghadapinya?
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr [59]: 18).

Ketujuh: Akhirnya, mari berazam bersama – dengan izin dan taufiq Allah – untuk menjadikan tahun baru 2014 M., sebagai tahun pembaruan iman, ilmu, amal, moral dan mentalitas yang lebih syar’i dan islami. Juga mari bertekad bersama – dengan izin dan taufiq Allah – untuk menjadikan tahun baru ini, sebagai tahun perubahan positif dan konstruktif bagi diri masing-masing kita secara khusus, bagi keluarga kita, bagi masyarakat kita, bagi bangsa kita, dan lebih luas lagi bagi ummat kita dimanapun berada. Sehingga dengannya insya-allah bangsa kita akan tampil lebih terhormat dan bermartabat, serta ummat kita akan lebih eksis sebagai ummat yang berjaya! Semoga! Aamiin!

30 Des 2013

Bersyukurlah


Subehanallah…
Betapa besar karunia_Mu Ya ALLAH…Engkau begitu maha penyayang, bersyukurlah saudaraku yg diangkat oleh yang Maha Segala Maha dari jurang kehinaan dan kenistaan, mari pertahankan dan tingkatkan keimanan kita apapun yang terjadi. ALLAH memang Maha Penyayang pada hamba_Nya yang mau bertaubat. Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Bersyukurlah saat kita tidak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kita kesempata untuk belajar. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita akan tumbuh dewasa. Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, karena itu memberi motivasi untuk menjadi lebih baik. Qt  bersyukur bukan saja untuk segala hal yang telah qt miliki dan rasakan selama ini, namun juga untuk segala hal negatif yang selama ini memang tidak pernah qt harapkan datang."Zenyum"
Terima Kasih Ya Allah..
Alhamdullilah sampai detik ini Allah masih memberikanku nikmat umur,nikmat sehat,nikmar rezeki yg penuh berkah dan nikmat keluarga yang seantiasa memberikan perhatian dan kasih sayangnya. Saudaraku yg senantiasa mendoakanku dan menasehatiku, Subehanallah 
Semoga sisa nafas yg tersisa bs bermanfaat bagi orang banyak dan penuh barokah-Nya..
Ya qt harus senantiasa mensyukuri apa yang kita punya, mensyukuri apa yang kita dapatkan. Mensyukuri apa yang kita punya walaupun hanya sedikit akan lebih baik daripada berlimpah tapi tidak bersyukur.Mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai insan yang senantiasa bersyukur.
Allahumma Amin

Maafkan aku jika salah dan khilaf selalu menyertai diri yang hina ini

Maafkan aku jika salah dan khilaf selalu menyertai diri yang hina ini



Akhir – akhir ini melelahkan jiwa dan ragaku, sejuta khayal dan angan menggelayuti  menjadikan diriku lelah dan terbebani tapi apakah harus kutinggalkan semua itu ditengah jalan kehidupan ini? Sedang masa depan menatap dan menanti untuk kuhampiri, jiwaku penuh dengan gejolak Tanya yang entah kapan hal itu akan berakhir sedang detik demi detik dengan angkuhnya meninggalkanku, sejuta kenangan terbersit dalam pikir yang semakin hari semakin terjejali bermacam kebimbangan antara kebahagiaan diri dan kebahagiaan insan lain.


Ya Allah, hamba lelah saat ini, beragam belenggu menghalangi langkah kaki hamba, bermacam beban menimpa pundak hamba-Mu ini, mungkin hamba Engkau pilih untuk semua ini agar hamba menjadi lebih baik daripada insan lain dan sebuah ujian yang Engkau hadirkan dalam kehidupan hamba ini dan hamba yakin ada makna dalam semua yang Engkau hadirkan dalam setiap beban dan ujian ini.

Hamba terbebani Ya Allah saat ini karena hamba hanya insan_Mu yang amat lemah untuk melepas belenggu dan meringankan beban ini sendiri tanpa kuasa-Mu, tangis hamba pecah disujud hamba malam ini karena telah menyakiti insan lain saat ini, kejujuran hambapun harus menyakiti banyak insan tetapi apakah hamba harus tetap berjalan sedang kebohongan pada hati ini menyertai dalam tiap langkah hamba mengarungi samudera kehidupan yang semakin bergelombang  ini.

Salahkah hamba jika harus memilih yang sesuai dengan apa yang ada dalam hati? Tetapi apakah juga benar jika harus membuat banyak insan-Mu tersakiti..?. Ya Allah apakah memang Engkau hadirkan hamba didunia ini untuk membahagiakan insan lain tanpa sedikitpun kebahagiaan untuk diri hamba sendiri..? Maafkan hamba saat ini jika sering memberikan sejuta tanya kepada Engkau karena hamba tiada tempat bertanya lagi selain Engkau.

Beban ini telah mendatangkan sejuta pernik karaguan dan kebingungan diri ini Ya Allah, hamba penat dan serasa tak mampu tuk memilih antara membahagiakan manusia lain atau jujur dengan apa yang ada dalam diri hamba sendiri.

Duhai seseorang yang merasa terbebani dengan apa yang semua telah aku katakan kepada dirimu, maafkan aku karena dirimulah yang ada dalam kejujuran hati ini dan maafkan pula hal itu harus membebani dirimu walau kadang kuberpikir apa yang ada dalam hatimu tidak sama dengan apa yang ada dalam hatiku tetapi tetap maafkan aku yang terlalu bodoh untuk menyikapi semua yang ada didalam kehidupan ini jika aku salah menafsirkan semua itu.

Duhai seseorang yang menghadirkan kebahagiaan diriku setelah mengenal dirimu, maafkan jika aku harus mengatakan kejujuran ini secara gamblang kepadamu walau kadang aku berpikir kemuliaanmu itu akan lebih condong membahagiaakan manusia lain daripada harus menyakiti insan lain dan maafkan ketololan aku jika harus berkata jujur kepadamu tetapi memang itulah yang ada dalam hatiku entah bagaimana kamu menyikapinya aku akan menerima dengan lapang dada.

Duhai seseorang yang telah memberi sejuta pelajaran pada aku yang teramat bodoh ini maafkan pula jika aku sering mengajak kamu harus mengikuti apa yang aku inginkan namun kepandaianmulah yang akan selalu mengajari aku untuk selalu berjalan tuk menerima "hitungan" baik oleh_Nya. Tetapi apakah kita memang tidak bisa bersatu sedang kita sendiripun tidak tahu apa yang terjadi didetik berikutnya tak bisakah kita " berusaha" dan berdo'a untuk menggapai apa yang kita inginkan???..

Duhai seseorang yang hatiku telah terpaut olehmu maafkan aku jika selama ini harus melibatkan kamu dalam kekacauan pikirku namun beri sedikit celah agar aku tahu apa yang ada dalam hatimu yang kudus agar dapat melihat seberkas sinar dan kujadikan panduan untuk berusaha meraihnya...

Maafkan aku jika salah dan khilaf selalu menyertai diri yang hina ini






29 Des 2013

Kau Wanita Terindah Dalam Hidupku

Kau..
Denganmu lah aku menemukan kesejukan dalam hati..
Denganmu lah aku menghabiskan waktu yang tersisa..
Denganmu lah aku tumpahkan seluruh rasa cinta yang aku punya..
Kau..
Kau adalah seseorang yang bisa membuat diri ini bangkit..
Kau adalah penyemangat di setiap hari-hari ku..
Kau adalah sesosok cahaya yang menyinari kehidupan ku yang kelam..
Kau..
Kemanapun aku pergi kau selalu ada di pikiran q..
Kau selalu ada di mataku..
Kau selalu ada di setiap hembusan nafas q..
Dan kau selalu ada di hatiku selamanya..
Satu hal yang aku tahu dan itu pasti..
Aku cinta kamu ..
Selamanya bersama..
Kau membuat hidupku berarti
Berarti akan hadir.y dirimu
Yg selalu menerangi hari”‘ku
Menerangi setiap gelap malamku
Kau memancarkan kesetiaan dirimu
Meskipun kau begitu jauh dimataku
Namun pancaran kesetiaanmu itu
Begitu terang dalam hatiku
Kau jauh dari diriku
Tetapi begitu dekat dalam jiwaku
Kau tak terlihat di depan mataku
Namun kau begitu jelas di HATIku di dalam JIWAKU